Bulan, Planet, Matahari Kok Bulat Semua Ya?

22 Mar 2011

bulan-sosnoaagov-luarMumpung kerjaan nggak terlalu banyak, Don Cempluk iseng-iseng buka situs berita online. Enter! Dalam sekejap terpampanglah menu sajian berita terbaru di www.menit.com.

“Bweh, beritanya serem-serem sekali. Ini negara kok lebih banyak berita negatifnya daripada yangbenernya,” gumamnya.

Namun, meskipun menggerutu, Don Cempluk tetap aja klik sana dan klik sini sampai akhirnya adaberita tentang pesawat antariksa NASA yang sudah sampai Merkurius. Messenger, begitu nama pesawatberharga Rp 3,9 triliun itu.

“Dari bumi ke Merkurius lamanya 6,5 tahun. Wah lama amat. Ckckckck…” pikir Don.

Baru saja membaca setengah artikel itu, Don teringat beberapa waktu lalu ada fenomena Supermoon (bukan sailormoon hehehe). Bulan terlihat lebih besar karena berada dalam posisi terdekatnya denganbumi.

Bulat, semuanya kok bulat ya? Bulan, planet, matahari semuanya bulat. Kok tidak ada yang segitiga,segi empat, atau jajaran genjang. Yang membedakan bulat mereka cuma ukuran, kontur dan kandungan,dan volumenya saja. Akhirnya, alih-alih membaca artikel Messenger sampai selesai, Don langsungmencari tahu jawabannya di Google.

Ada beberapa penjelasan yang Don Cempluk temukan tentang fenomena ini. Contohnya ini nih:

“Planet, bintang, ataupun bulan berbentuk bulat karena dulunya saat baru pertama kali terbentukmereka berwujud cair atau gas. Cairan atau gas jika tak ada gaya yang mempengaruhinya maka akanmemiliki bentuk bulat sempurna (bayangkan sebuah balon yang diisi air atau gas).

Hal tersebut karena gaya dari segala arah yang mempengaruhi molekul-molekul di permukaan bendanilainya sama besar sehingga meminimalisir luas permukaan benda. Benda yang bulat memiliki luaspermukaan yang paling kecil dibandingkan jika benda tersebut tidak bulat (kubus misalnya).

Planet, bulan, dan bintang juga tadinya merupakan cairan atau gas yang terjadi akibat tumbukan-tumbukan batuan atau logam di antariksa. Tumbukan-tumbukan yang terjadi mengakibatkan panas yangtinggi sehingga melelehkan batuan atau logam tersebut. Dan lagipula planet juga tidak berbentukbulat mutlak karena planet kan juga berotasi pada bidang ekuatorial sehingga bentuknya relatif oval.”

(Egretta garzetta dari Yahoo Answer)

“Planet-planet, dan banyak satelit-satelit alami, terbentuk dari kumupan gas panas yang kemudian menyusut. Tarikan gravitasi antar unsur-unsur pembentuk benda angkasa itu membuatnya berbentukbulat, karena bentuk bulat adalah bentuk di mana semua unsur bisa sedekat mungkin dengan pusatgravitasi.

Benda-benda yang lebih kecil, seperti beberapa asteroid dan meteoroid, tidak harus memiliki bentukbulat, karena gravitasi internal mereka tidak cukup besar. Di bumi, tarikan gravitasi yang besarmengakibatkan tidak mungkin terbentuk gunung yang stabil dengan ketinggian lebih dari 15000 meter.

Gravitasi akan meruntuhkannya. Sebaliknya, di planet Mars yang lebih kecil dari bumi (jadigravitasinya lebih kecil), sebuah gunung bisa memiliki puncak setinggi 25000 meter.”

(myscienceblogs.com)

“Oh begitu toh penjelasan ilmiahnya kenapa benda-benda langit itu bentuknya bulat semua.Alhamdulillah dapat pengetahuan baru,” gumam Don yang lalu pura-pura sibuk karena si bos sudahberdehem di belakangnya.


TAGS


-

Author

Follow Me


Categories

Archive