CM Storm Sentinel, Bongsornya!

11 Oct 2010

sentinel-3

Di jagad peripheral komputer, nama Cooler Master (CM) sudah masuk jajaran yang diakui mutunya. Pabrikan yang bermarkas pusat di Taiwan itu banyak dikenal dengan produk-produknya macam casing CPU, HSF, dan PSU.

Khusus untuk seri Storm yang menyasar kaum penggila game, CM mengeluarkan 2 mouse yakni Sentinel Advance dan Inferno. Sentinel Advance memiliki sensor laser 5.600 dpi, sedangkan Inferno hanya 4.000 dpi.

Alhamdulillah, mouse Sentinel sudah di tangan, so bisa kita langsung coba-coba dan oprek. Kalau yang inferno, hmm… sabar ya, agak susah mencari barangnya di Jakarta. Nanti kalau ada si Inferno pasti juga bakal nongol di sini.

Dari segi kemasan, Sentinel layaknya mouse-mouse untuk gaming lainnya. Menggoda! Dengan plastik transparan, kita bisa melihat bentuk dan lekukan Sentinel dengan jelas. Di dus belakangnya tertera spesifikasi singkat Si Hitam yang kabel colokan ke USB-nya dilapisi kain sehingga tidak mudah putus atau tertekuk-tekuk.

Tapi sayangnya, paket bawaan yang diberikan CM tergolong sederhana. Hanya CD driver, tutup lubang casing untuk pengaturan kabel, dan 3 stiker tebal untuk alas mouse. Sedikit mengecewakan, poin minus nih untuk mouse yang dibanderol di kisaran Rp 600 ribu ini.

Sentinel bisa langsung digunakan layaknya mouse biasa, tinggal colok terus lampu LED di atas dan di depannya langsung nyala deh. Begitu juga layar OLED yang menampilkan logo CM dan angka DPI yang sedang aktif .sentinel-4

Setelah driver di-install, kemampuan mouse yang terdiri dari 5 tombol tambahan itu baru benar-benar terlihat. Kita bisa memodifikasi warna yang memancar keluar dari LED, ada merah, hijau, biru, kuning, merah muda, biru laut, dan putih. Asyiknya, LED atas dan depan bisa diatur masing-masing secara sesuka hati kita.

Mouse yang berwarna hitam solid ini bisa menyimpan 5 profile penggunaan. Kita bisa mengatur warna LED, tingkat DPi yang berbeda di setiap profil tersebut. Ada juga pengaturan sistem makro yang gunanya untuk merekam kombinasi tombol mouse dan tuts keyboard untuk sebuah perintah tertentu.

Berat Sentinel dapat diatur sesuai kebutuhan kita. Ada 5 buah besi seukuran baterai jam yang tersimpan di bagian bawah mouse yang masing-masing beratnya 4,5 gram.

Layar OLED Sang Penggoda!

Bak sebuah kosmetik yang memoles wajah, layar OLED yang terpasang di bagian atas mouse seperti menarik mata orang untuk melihatnya. Di layar itulah terpampang angka DPI yang sedang berfungsi dan logo CM.

DPI bisa diubah lewat sistem lewat komputer atau dengan langsung di mouse secara cepat, voila! Tergantung penggsentinel-5unaannya, jika sedang main game yang butuh pergerakan cepat macam FPS maka gunakanlah DPI tinggi. Namun bila hanya untuk penggunaan harian atau game strategi bisa dipilih DPI rendah.

Sentinel memiliki DPI maksimal 5.600 dan minimal 800. DPI yang tinggi itu bisa diraih oleh sistem sensor twin laser yang menjadi salah satu keunggulan Sentinel. Perpindahan kursor terasa smooth menjelajahi layar monitor, baik itu sedang dalam DPI rendah maupun tinggi.

Satu lagi, kita bisa mengganti logo CM di OLED dengan logo lainnya. Bisa dengan logo clan atau lainnya. Tinggal upload via software bawaannya, dan berubah!

Sayang, Ukurannya Kebesaran

Dengan berbagai macam pernak-pernik fitur, CM Sentinel tetaplah bukan produk yang 100 % perfect. Dia tetap memiliki kekurangan.

“Mas ini gede amat,” ujar adik saya sewaktu menggunakan Sentinel.

Memang, ukuran Sentinel sepertinya agak terlalu besar untuk kebanyakan ukuran tangan Indonesia. Roda scroll di bagian tengah terasa sedikit jauh dari jangkauan.

Satu hal lagi adalah mouse ini tidak ambidextrous, alias tidak dibuat untuk pengguna tangan kidal. Jadi kalau Anda pengguna kidal, sangat disarankan untuk tidak menggunakan Sentinel.


TAGS


-

Author

Follow Me


Categories

Archive