Bapak Polisi, tolong beri tahu kami untuk tidak membenci kalian. Kalian menangkap dan memberi label teroris pada saudara kami sesama muslim.
Pak Polisi, tolong beri pemahaman ke kami arti dari surat Al Hujurat:10 —> Setiap mukminun itu bersaudara. Agar tidak ada rasa bersalah pada kami jika diam saja melihat ada muslimin yang ditangkap dan dilabeli teroris.
Pak Polisi, tolong beri kami pencerahan kenapa ajaran-ajaran Jihad yang jelas ada dalam Al Quran justru menjadi alasan penangkapan kaum muslimin.
Pak Polisi, tolong jelaskan apakah kami tidak boleh tersinggung jika buku-buku tafsir yang kami juga baca dijadikan barang bukti terorisme?
Pak Polisi, tolong beri kami penjelasan kenapa terorisme di Indonesia selalu dilakukan orang-orang Islam.
Pak Polisi, tolong beri keyakinan pada kami kalau Bapak benar-benar memberantas terorisme karena tergolong kriminalitas. Bukan karena budi baik Amerika dan Israel di kacamata Oakley Bapak.
Pak Polisi, tolong buat kami tidak curiga lagi dengan pria bergamis bercelana ngatung dan perempuan bercadar.
Pak Polisi, tolong tunjukkan kami cara menjadi seorang muslimin yang utuh tanpa label teroris di diri kami.
Pak Polisi, tolong jawab pertanyaan kami…




Mumpung kerjaan nggak terlalu banyak, Don Cempluk iseng-iseng buka situs berita online. Enter! Dalam sekejap terpampanglah menu sajian berita terbaru di
Sekarang negeri berjuluk zamrud khatulistiwa ini sedang disuguhi drama dengan lakon utama Gayus Tambunan. Begitu serunya, sampai-sampai sang penonton tidak tahu bagaimana akhir ceritanya. Jalan ceritanya begitu kompleks dengan alur kisah yang maju-mundur.
Makan siang, obrolan kawan-kawan Don Cempluk tidak jauh-jauh seputar ancaman pemblokiran layanan Blackberry (BB) dan gosip penutupan facebook. Bla…bla…bla…
Menulis? Bagi sebagian orang mungkin itu mudah layaknya membalik telapak tangan. Tinggal buka laptop atau ambil pulpen maka mengalirlah tulisan-tulisan hasil dari representasi pemikirannya.
Selalu ada hikmah di balik semua peristiwa. Allah benar-benar tahu bagaimana menyadarkan umatnya untuk menyadari nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong. Letusan Merapi adalah buktinya.
Cuti sudah diapprove, helm sudah dibeli, motor diservis, tapi ternyata perjalanan ke Yogyakarta terpaksa dibatalkan!!! Huhuhu… jengkel super jengkel. Niatnya cuma kasih tahu aja, eh malah dilarang ortu pergi ke Yogya naik motor.
Lebih dari 5 tahun bermukim di Yogyakarta membuat saya punya kenangan khusus. Tanpa sadar, terakhir kali main ke Kota Pelajar itu sudah hampir 2 tahun yang lalu. Itu pun cuma sepintas karena khusus menghadiri undangan resepsi pernikahan kawan satu kantor. Jadi nggak sempat jalan-jalan.

unaannya, jika sedang main game yang butuh pergerakan cepat macam FPS maka gunakanlah DPI tinggi. Namun bila hanya untuk penggunaan harian atau game strategi bisa dipilih DPI rendah.
